Tugas Laporan Hasil Observasi
Pemanasan Global
Pemanasan global secara istilah sering
disebut dengan global warming yakni sebuah proses meningkatnya suhu bumi setiap
tahunnya yang diakibatkan meningkatnya gas buang karbon yang salah satunya
berasal dari aktivitas industri. Terjadinya pemanasan global akibat adanya efek
gas rumah kaca yang berupa gas karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO),
serta gas metan.
Gas-gas tersebut yang menimbulkan greenhouse effect atau
dalam bahasa Indonesianya efek gas rumah kaca pada atmosfer bumi sehingga sinar
uv tertahan dari dalam atmosfer. Hal tersebut akan menyebabkan kenaikan suhu
rata-rata di bumi. sehingga jika hal ini terjadi dalam jangka panjang, akan
mengakibatkan meningkat naiknya air permukaan laut akibat dari es kutub utara
dan selatan yang mencair.
Selain itu pemanasan global pun juga diakibatkan oleh
penguraiannya ozon (O3) menjadi oksigen (O2) serta unsur O. Jadi ozon tidak
bisa menangkal dari sinar UV sehingga secara langsung akan menembus ke
permukaan bumi. sedangkan penyebab utamanya sendiri dari efek rumah kaca ini
adalah oleh perilaku manusia itu sendiri salah satunya adalah penebangan pohon
dan pemakaian listrik secara berlebihan.
Beberapa
hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan
terjadi pada masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang
terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga
saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa,
jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan
pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi
yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara
di dunia telah
menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Anasir penyebab pemanasan global juga
dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat
bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air
yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut
dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan
konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila
dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembapan
relatif udara hampir konstan atau
bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat
dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek
pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek
pendinginan. Apakah efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan
tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian
awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim,
antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara
batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km
untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada
pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap
positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan
Pandangan IPCC ke empat
Umpan balik penting
lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[5] Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat.
Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan
terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih
sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak
radiasi matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih
banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar